Sebuah kisah tentang dua hati yang memilih untuk tetap tinggal. Jika harus diceritakan dari awal, rasanya lembaran waktu takkan cukup menampung seluruh memorinya. Semua bermula tanpa sengaja di penghujung tahun 2023. Kami dipertemukan oleh ruang dan waktu yang sama, bekerja di bawah naungan atap perusahaan yang sama.
Dari sanalah, cerita ini mulai merajut takdirnya sendiri.Seiring berjalannya waktu, langkah kami tidak selalu mulus. Jarak menguji kami lewat hubungan jarak jauh (LDR), bahkan beberapa kali komunikasi kami sempat terputus. Namun, keteguhan hatinya tak pernah surut. Selama dua tahun penuh perjuangan, ia dengan sabar meluluhkan hati perempuan yang diimpikannya. Hingga akhirnya di tahun ketiga, pembuktian itu berbuah manis,ia diterima sebagai calon suami. Tanpa melalui ikatan pacaran, kami percaya Tuhan punya cara sendiri untuk mendekatkan.
Januari 2026 menjadi babak baru yang penuh haru. Setelah bertahun-tahun saling mengenal, belajar arti sabar, dan saling mengerti, ia datang membawa niat tulus beserta restu kedua orang tuanya. Hari itu menjadi saksi bisu ketika dua hati menyatukan harapan dalam ridha keluarga dan bimbingan-Nya. Perjuangan melawan jarak dan rindu itu akhirnya menemui akhir yang bahagia.
Kini, kami bersiap melangkah ke hari yang selalu kami panjatkan dalam doa. Pada tanggal 18 Juli 2026, kami memutuskan untuk mengikrarkan janji suci pernikahan. Perjalanan ini ada bukan karena lamanya waktu, tetapi karena keyakinan yang kuat. Kami percaya bahwa cinta yang diridhai Allah pasti akan menemukan jalannya.Sebagaimana pesan indah yang pernah disampaikan oleh Sayyidina Ali bin Abi Thalib: “Apa yang menjadi takdirmu akan menemukan jalannya untuk menemuimu.”